Tag Archives: properti

Jual Beli Rumah Harus Paham Lokasi Dulu!

perumahan kemang

Beberapa hari lalu kawasan Kemang, Jakarta Selatan terendam banjir hebat setelah hujan deras selama 3 jam. Padahal lokasi komplek perumahan mewah tersebut bisa dibilang sangat jarang bahkan hampir tidak pernah terkena banjir seperti itu. Disinilah pengalaman yang bagus bagi masyakarat luas jika ingin jual beli rumah, harus paham terlebih dahulu mengenai lokasi tersebut sebelum menyesal.

Kemang adalah komplek pemukiman berkelas, disana banyak berdiri tempat-tempat hiburan, restoran, hotel dan butik-butik mewah. Banjir terjadi pada hari sabtu, 27/8/2016 lalu. Banjirnya kawasan ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat jika ingin membeli properti.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sapa Ahok mengatakan bahwa, banjir terjadi karena meluapnya air kali Krukut yang mengakibatkan beberapa hunian di pinggiran kali tersebut juga ikut hancur dindingnya, sehingga air masuk kedalam komplek pemukiman.

perumahan kemang banjir

Jika masyarakat ingin membeli rumah dijual di Kemang, Jakarta Selatan sebaiknya mengetahui terlebih dahulu sejarah lokasi tersebut. Seperti apa yang di katakan Ahok, bahwa lokasinya yang dekat sekali dengan kali Krukut membuat Kemang menjadi rawan, namun seandainya tidak ada pembangunan-pembangunan yang melanggar peraturan daerah seperti properti hotel tidak akan terkena banjir seperti ini.

Tata ruang dan peraturan zonasi sudah seharusnya di patuhi oleh para pengembang di lokasi Kemang jika tidak di patuhi maka akibatnya kebanjiran seperti ini akan terjadi kembali lagi. Ketersediaan ruang terbuka di kawasan ini harus di perbanyak agar daerah resapan menjadi maksimal ketika musim hujan tiba.

Pengetahuan mengenai lokasi sebelum membeli iklan rumah dijual di Kemang sangatlah penting. Begitu besar manfaatnya jika mengetahui sejarahnya. Lokasi, akses, keadaan lingkungan dan kondisi kali atau sungai di sekitar properti yang ingin di beli harus menjadi perhatian setiap masyarakat jika ingin membeli rumah.

Ada Biaya Apa Saja Ketika Jual Beli Rumah?

Selain memperhatikan lokasi, alangkah baiknya masyarakat juga mengetahu biaya-biaya yang akan di kenakan jika ingin membeli sebuah hunian sebagai tempat tinggal bersama keluarga.

Harga jual rumah sudah menjadi harga mati yang tidak bisa di tawar menawar. Namun sebenarnya selain harga tersebut ada juga biaya-biaya lainnya yang di bebankan kepada masyarakat ketika ingin membeli hunian. Apa saja biaya-biaya tersebut? Simak dibawah ini :

  • PPH
  • BPHTB
  • PPN
  • Pajak Penjualan Barang Mewah
  • Biaya Cek Sertifikat
  • Akta Jual Beli
  • BBN yang di urus oleh PPATK
  • Notaris
  • Asuransi

Setiap pembelian rumah dijual dengan cara tunai atau menggunakan KPR maka biaya yang akan di keluarkannya nanti akan berbeda. Biaya-biaya di atas bisa saja berbeda jika menggunakan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)  untuk jual rumah murah di Jakarta, Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, Bandung, Surabaya, Bali, dan kota-kota besar lainnya.

Rumah Komersil Atau Rumah Subsidi?

Masyarakat dengan pendapatan perbulan di bawah 4 juta bisa mendapatkan fasilitas rumah subsidi, tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Jika penghasilan perbulan lebih dari 4 juta maka harus membeli rumah komersil tidak bisa membeli hunian subsidi pemerintah.

Dalam memutuskan membeli hunian untuk tempat tinggal sebenarnya tidak tidak terlalu penting apakah subsidi atau komersial. Yang terpenting adalah lokasi dan keadaan lingkungan, jika memiliki pendapatan lebih untuk membeli hunian komersil kenapa tidak? Tapi sekali lagi kejadia di daerah Kemang, Jakarta Selatan harus menjadi pelajaran masyarakat betapa pentingnya paham lokasi!

Penting ketika membeli properti di salah satu pemukiman subsidi atau komersil adalah banjir atau tidak lokasi tersebut. Banjir memang sudah menjadi ‘musuh’ sejati Ibukota ini. Sepertinya salah satu kota paling berkembang di Indonesia ini tidak pernah lepas dari masalah banjir. Oleh karena itulah paham akan lokasi sebelum membeli hunian sangatlah penting.

Genjot Pembangunan Rumah Subsidi Berikan Dampak Positif Pada Bisnis Properti

Setelah usai berlangsungnya Properti Expo di JCC Senayan, terlihat sangat jelas antusias masyarakat terhadap pameran tersebut. Jika dilihat banyaknya pengunjung yang mengadiri pameran tersebut memberikan dampak positif pada bisnis properti dalam negeri. Kebutuhan masyarakat akan rumah murah bersubsidi sangat besar sekali, namun semua itu terkendala dengan uang muka yang cukup besar.

Bagi masyarakat yang ingin membeli rumah subsidi tidak perlu khawatir akan uang muka, karena sekarang pemerintah telah menetapkan pembayaran uang muka 1% dari harga properti bersubsidi dengan cicilan berkisar antara 800 ribu sampai 1 juta setiap bulannya. Pada pameran properti beberapa hari yang lalu, banyak pengembang hunian subsidi yang berlokasi di kawasan Bekasi, Depok dan Tangerang memberikan promo uang muka hanya 7 juta.

bisnis properti

Nampaknya dampak dari genjotan yang di berikan pemerintah terhadap pembangunan sejuta rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, mamu membuat tren positif pada sektor bisnis properti. Pengakuan dari beberapa developer yang mengikuti pameran itu, mengatakan bahwa cukup banyak masyarakat yang sudah memberikan tanda jadi kepada mereka pada saat pameran berlangsung selama satu minggu lamanya.

Minat besar masyarakat untuk bisa memiliki rumah sederhana dengan harga murah kini bisa terealisasi. Mereka bisa mendatangi beberapa pengembang di kawasan-kawasan dimana terdapat hunian subsidi. Harga hunian murah ini hanya 100 juta an rupiah saja. Menggunakan KPR dari Bank Tabungan Negara (BTN)  akan memberikan kemudahan serta kelancaran dalam mewujudkna kepemilikan hunian untuk tempat tinggal.

Langkah Pemerintah

Sekarang ini pemerintah berusaha keras mencari formula agar masyarakat berpenghasilan rendah mampu membeli rumah untuk tempat tinggal. Langkah penetapan harga hunian subsidi dan bunga KPR sudah cukup tepat. Masyarakat menanggapi langkah ini dengan positif. Secara tidak langsung kebijakan yang diambil pemerintah ini telah membaut bisnis properti kembali bergairah.

Memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah agar mampu membeli tempat tinggal, dinilai sebuah terobosan bagus. Beberapa pengembang juga menyambut langkah yang diambil pemerintah dan akan terus membangun hunian-hunian subsidi pada beberapa kawasan di Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor.

Jika dilihat dari fasilitas yang di berikan oleh masyarakat untuk kepemilikan rumah memang sudah tepat sekali, bahkan bisa dibilang cuku berhasil menggairahkan kembali bisnis properti. Tidak lepas dari itu semua, sebenarnya pemerinta masih memiliki pekerjaan rumah yang belum teselesaikan, yaiut mengenai izin pembangunan pemukiman.

Sulitnya proses perizinan yang di lakukan para developer pada saat ingin membangun perumahan masih menjadi kendala bagi hampir semua pengembang. Melakukan penyederhanaan dalam hal perizinan harus diambil oleh pemerintah agar pembangunan bisa semakin cepat untuk di kerjakan, guna mengejar target sejuta rumah.

Perumnas Kembangkan Rumah Khusus MBR

pembangunan rumah susidi

Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebentar lagi bisa membeli hunian pada pengembang yang di kelola langsung oleh Perumahan Nasional (Perumnas). Nantinya perusahaan BUMN ini akan membangun hunian di beberapa daerah termasuk daerah perbatasan.

Daerah perbatasan sering sekali terlupakan, tapi sekarang dengan bantuan dari Perumnas maka pada kawasan-kawasan itu akan di bangun hunian-hunian, baik itu untuk PNS, TNI, Polri dan masyarakat berpenghasilan rendah. Saat ini Perumnas menargetkan membangun 36.000 untuk tahun depan. Dengan demikian gairah bisnis properti akan kembali bergerak secara signifikan.