Tag Archives: ekonomi

Genjot Pembangunan Rumah Subsidi Berikan Dampak Positif Pada Bisnis Properti

Setelah usai berlangsungnya Properti Expo di JCC Senayan, terlihat sangat jelas antusias masyarakat terhadap pameran tersebut. Jika dilihat banyaknya pengunjung yang mengadiri pameran tersebut memberikan dampak positif pada bisnis properti dalam negeri. Kebutuhan masyarakat akan rumah murah bersubsidi sangat besar sekali, namun semua itu terkendala dengan uang muka yang cukup besar.

Bagi masyarakat yang ingin membeli rumah subsidi tidak perlu khawatir akan uang muka, karena sekarang pemerintah telah menetapkan pembayaran uang muka 1% dari harga properti bersubsidi dengan cicilan berkisar antara 800 ribu sampai 1 juta setiap bulannya. Pada pameran properti beberapa hari yang lalu, banyak pengembang hunian subsidi yang berlokasi di kawasan Bekasi, Depok dan Tangerang memberikan promo uang muka hanya 7 juta.

bisnis properti

Nampaknya dampak dari genjotan yang di berikan pemerintah terhadap pembangunan sejuta rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, mamu membuat tren positif pada sektor bisnis properti. Pengakuan dari beberapa developer yang mengikuti pameran itu, mengatakan bahwa cukup banyak masyarakat yang sudah memberikan tanda jadi kepada mereka pada saat pameran berlangsung selama satu minggu lamanya.

Minat besar masyarakat untuk bisa memiliki rumah sederhana dengan harga murah kini bisa terealisasi. Mereka bisa mendatangi beberapa pengembang di kawasan-kawasan dimana terdapat hunian subsidi. Harga hunian murah ini hanya 100 juta an rupiah saja. Menggunakan KPR dari Bank Tabungan Negara (BTN)  akan memberikan kemudahan serta kelancaran dalam mewujudkna kepemilikan hunian untuk tempat tinggal.

Langkah Pemerintah

Sekarang ini pemerintah berusaha keras mencari formula agar masyarakat berpenghasilan rendah mampu membeli rumah untuk tempat tinggal. Langkah penetapan harga hunian subsidi dan bunga KPR sudah cukup tepat. Masyarakat menanggapi langkah ini dengan positif. Secara tidak langsung kebijakan yang diambil pemerintah ini telah membaut bisnis properti kembali bergairah.

Memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah agar mampu membeli tempat tinggal, dinilai sebuah terobosan bagus. Beberapa pengembang juga menyambut langkah yang diambil pemerintah dan akan terus membangun hunian-hunian subsidi pada beberapa kawasan di Depok, Tangerang, Bekasi dan Bogor.

Jika dilihat dari fasilitas yang di berikan oleh masyarakat untuk kepemilikan rumah memang sudah tepat sekali, bahkan bisa dibilang cuku berhasil menggairahkan kembali bisnis properti. Tidak lepas dari itu semua, sebenarnya pemerinta masih memiliki pekerjaan rumah yang belum teselesaikan, yaiut mengenai izin pembangunan pemukiman.

Sulitnya proses perizinan yang di lakukan para developer pada saat ingin membangun perumahan masih menjadi kendala bagi hampir semua pengembang. Melakukan penyederhanaan dalam hal perizinan harus diambil oleh pemerintah agar pembangunan bisa semakin cepat untuk di kerjakan, guna mengejar target sejuta rumah.

Perumnas Kembangkan Rumah Khusus MBR

pembangunan rumah susidi

Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebentar lagi bisa membeli hunian pada pengembang yang di kelola langsung oleh Perumahan Nasional (Perumnas). Nantinya perusahaan BUMN ini akan membangun hunian di beberapa daerah termasuk daerah perbatasan.

Daerah perbatasan sering sekali terlupakan, tapi sekarang dengan bantuan dari Perumnas maka pada kawasan-kawasan itu akan di bangun hunian-hunian, baik itu untuk PNS, TNI, Polri dan masyarakat berpenghasilan rendah. Saat ini Perumnas menargetkan membangun 36.000 untuk tahun depan. Dengan demikian gairah bisnis properti akan kembali bergerak secara signifikan.

Hutang RI Mencapai 3 Triliun an

hutang RI

Ternyata Indonesia belum benar-benar merdeka. Kali ini penjajah bukanlah negara asing melainkan hutang. Entah kenapa negeri ini sangat hobi sekali berhutang, padahal mereka yang berada di Senayan yakni anggota DPR gajihnya melimpah dan hutang ini harus di bayar oleh rakyat sendiri dengan membayar pajak yang semakin hari semakin tinggi saja. Entah dengan cara berhutang apakah bagus untuk negara kita atau tidak. Memang setiap negara agar bisnis ekonominya dapat berjalan harus berhutang tapi mungkin jumlah hutangnya harus lebih di perhatikan karena akan berdampak buruk bagi negara tersebut.

Utang RI saat ini sudah mencapai 3.3662,74 triliun. Seharusnya dengan hutang sebesar ini paling tidak hasilnya bisa di rasakan oleh masyarakat luas, nyatanya rakyat sendiri tidak merasakan perubahan dengan pinjaman-pinjaman modal pemerintah ke asing. Uniknya Schnieder Siahaan yang merupakan seorang Direktur Strategis dan Portofolia Utang memberikan tanggapan bahwa sisi rasionya masih terbilang rendah yaitu hanya 27%.

Meskipun utang semakin bertambah namun yang terpenting titik rasionya masih stabil, ucap dari sang Direktur Strategis dan Portofolio Utang. Mungkin sudah saatnya Indonesia merdeka dari yang namanya utang luar negeri karena ini akan sangat rawan sekali pada keadaan di dalam negeri. Belajar dari kesalahan yang di lakukan Yunani pada masa lalu, seharusnya Indonesia bisa mengambil pelajaran dari negara tersebut. Risiko fiskal 60%  ternyata cukup membuat pengamat waspada terhadap kebangkrutan yang kemunkinannya bisa saja terjadi.

Ekonomi Dalam Negeri

ekonomi dalam negeri

Meskipun keadaan utang di Indonesia semakin bertambah nampaknya tidak membuat perkekonomian dalam negeri terguncang, walaupun ancaman itu akan tetap ada tapi sampai saat ini masih relatif aman.

Sudah saatnya masyarakat Indonesia memberikan bantuan kepada negara dengan membangun usaha rakyat. Seperti pada kejadian tempo dulu ketika tragedi tahun 1998-1999 dimana negeri ini terjadi huru hara di karena keadaan ekonomi tidak stabil akibat hutang negara yang membludak.

Schnider sempat memberikan tanggapan akibat hutan sebesar ini bahwa pada intinya negara kita masih dalam tahap sehat tapi perlu di kembangkan kembali atau paling tidak pemerintah harus merangsang pelaku ekonomi agar mau menanmkan modalnya di Indonesia. Itulah jalan satu-satunya bagi negeri ini agar bisa mengimbangi utang.

Pembangunan infrastruktur seperti properti juga bisa memberikan dampak positif kepada sektor perkenomian dalam negeri. Seperti kabar yang sudah beredar bahwa pemerintah menargetkan 1 juta rumah dan jangka waktunya sekarang hanya sisa 4 bulan agar target hunian murah tersebut selesai di bangun.

Pengusaha RI Di Moscow

Di balik hutang yang terus meningkat dan semakin membengkak, ternyata pelaku pengusaha RI untuk bisa menggerakkan roda ekonomi mereka mengikuti pameran di Moscow. Ini adalah langkah bagus dan harus terus di dorong, jangan hanya setahun atau dua tahun saja.

Pengusaha yang cerdas akan terus melebarkan bisnisnya agar bisa memberikan kemajuan terhadap bisnisnya sendiri dan secara tidak langsung akan mendorong perekonomian dalam negeri.